Wanita Tetap Dipaksa Selesaikan Rapat Meski Air Ketuban Pecah Mau Melahirkan
WANITA bernama Christine Carrillo ini menceritakan pengalaman pilu temannya yang tetap dipaksa menyelesaikan rapat online saat akan melahirkan. Bahkan, meski air ketuban temannya itu telah pecah ia disebut tetap tidak boleh meninggalkan rapat.
Dalam Tweet-nya yang diunggah Sabtu (22/5/2021), Christine menceritakan bagaimana perlakuan seseorang yang merupakan mitra perusahaan temannya tersebut. Saking parahnya, temannya itu tak diizinkan ke rumah sakit untuk melahirkan sebelum menyelesaikan rapat.
Menurut cerita Christine yang mengetahui momen pilu temannya tersebut, kala itu ia mengaku sangat marah bercampur sedih melihat perlakuan seorang investor ke temannya itu. Disebutkan, temannya tersebut tengah menjalani rapat penting dengan seorang utusan dari perusahaan investor.
Di saat bersamaan, temannya itu juga tengah hamil tua dan diperkirakan akan melahirkan. Namun, karena pekerjaan harus diselesaikan, wanita yang tidak disebutkan namanya tersebut tetap bekerja dengan menggelar rapat online.
Akan tetapi, saat rapat tengah berlangsung, hal yang sebelumnya tak diperkirakan akhirnya terjadi. Temannya itu disebut tiba-tiba merintih kesakitan karena air ketubannya telah pecah dan harus segera dibawa ke rumah sakit untuk melahirkan.
Namun, entah mengapa mitra perusahaannya tersebut malah meminta temannya tetap melanjutkan rapat. Padahal, temannya itu disebut tengah kesakitan dan membutuhkan pertolongan untuk proses persalinan.
"Air ketuban teman saya pecah saat rapat. Dia berkata, 'saya harus pergi ke rumah sakit, ketuban saya baru saja pecah. Investor utama dari fund ternama berkata, 'Oke, tapi bisakah kita selesaikan rapatnya dulu?'," bunyi Tweet yang diunggah oleh Christine.
Begitulah pengakuan Christine saat ikut rapat dengan temannya tersebut. Bahkan, utusan perusahaan investor tersebut tetap meminta temannya agar tetap melanjutkan rapat. Kendati demikian, temannya tersebut tetap pergi ke rumah sakit.
Nah, saat di perjalanan, ia tetap ikut dalam rapat karena permintaan perusahaan investor tersebut. Hingga kemudian, setelah rapat selesai, ia baru bisa mendapat pertolongan untuk melakukan proses persalinan.
"Kala itu dia menyelesaikan rapat di dalam mobil saat perjalanan ke rumah sakit," tulisnya lagi.
Kini, sejak diunggah di Twitter, kisah tersebut menuai kecaman ke perusahaan investor tersebut. Menurut warganet perlakuan tersebut sangat tidak manusiawi dengan memaksa wanita yang ingin melahirkan tetap melanjutkan rapat online.
"Ini menjijikkan. Kita perlu memproses orang-orang seperti ini. Semua orang harus tahu jangan pernah mengambil uang dari investor semacam ini," tulis @MacConwell.
"Sebagai seorang bos, saya akan menghentikan rapat dan memesan Uber untuk mengantar wanita itu ke rumah sakit. Kemudian menjadwalkan ulang saat dia telah pulih," sahut @ArthurLBurrisJr.
"Saya mencoba memahami 'bisakah kita menyelesaikan rapat?' dan air ketubannya baru saja pecah. Pertemuan apa yang Anda bicarakan. Manusia macam apa ini," timpal @thinkwihtben.


Belum ada Komentar untuk "Wanita Tetap Dipaksa Selesaikan Rapat Meski Air Ketuban Pecah Mau Melahirkan"
Posting Komentar